CAPITAL & POWER: LOKAKARYA METODOLOGIS UNTUK PENELITIAN ILMU SOSIAL
Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Udayana telah menyelenggarakan workshop “Capital & Power: Lokakarya Metodologis untuk Penelitian Ilmu Sosial” pada 24 dan 26 Agustus 2026 bersama Hizkia Yosias Polimpung dari School of Arts & Social Sciences, Monash University Malaysia.
Melalui workshop ini, peserta diajak untuk memahami bahwa metodologi tidak pernah sepenuhnya netral. Diskusi membahas relasi antara epistemologi, metodologi, dan kekuasaan, sekaligus mengkritisi fetisisme data, kuantifikasi, serta klaim objektivitas semu. Peserta juga diajak untuk merefleksikan pentingnya posisionalitas peneliti dan mempertanyakan: masalah siapa yang sebenarnya ingin dijawab melalui sebuah penelitian?
Workshop ini juga membedah kapital melalui perspektif ekonomi politik kontemporer, mulai dari logika produksi, valorisasi, realisasi, dan akumulasi hingga proses ekstraksi nilai dan komodifikasi. Peserta diajak memahami berbagai bentuk kapital serta memetakan sirkuit uang dan konstelasi produksi dalam membaca realitas sosial.
Selain itu, diskusi menyoroti hubungan antara struktur dan agensi, serta pentingnya memahami fenomena sosial secara historis dan kontekstual. Pendekatan kritis tidak hanya melihat bagaimana suatu struktur bekerja, tetapi juga menelusuri bagaimana struktur tersebut terbentuk, berkembang, dan berpotensi berubah.
Pada sesi mengenai kekuasaan, teknologi, dan subjektivitas, workshop membahas perkembangan kapitalisme digital, algoritma, otomasi, serta ekstraksi data. Peserta didorong untuk tidak berhenti pada kritik bahwa teknologi atau algoritma bersifat eksploitatif, melainkan memahami secara lebih mendalam mekanisme teknis di balik kode, arsitektur, infrastruktur, dan relasi teknologi itu sendiri.
Dari membedah kapital hingga memahami fenomena digital secara kritis, workshop ini menjadi ruang untuk memperluas cara pandang terhadap penelitian. Penelitian tidak hanya dipahami sebagai upaya untuk menjelaskan dunia, tetapi juga sebagai proses untuk mempertanyakan bagaimana pengetahuan tentang dunia dibentuk, siapa yang diuntungkan, serta bagaimana relasi kekuasaan bekerja di dalamnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Udayana terus mendorong pengembangan tradisi akademik yang kritis, reflektif, kontekstual, dan metodologis, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengembangkan penelitian yang lebih peka terhadap kompleksitas realitas sosial. (Media VOX: Axel)


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK